puisi chairil anwar
puisi

35 Puisi Chairil Anwar Terkenal, Terbaik Dan Menginspirasi

ezoque.com – Puisi chairil anwar. Buat kamu yang menggemari karya sastra puisi indonesia tentunya sudah mengenal sosok chairil anwar yang merupakan sastrawan indonesia yang tersohor di seluruh negeri yang hidup dan berkarya pada masa penjajahan serta awal kemerdekaan indonesia.

Penyair kelahiran minangkabau pada tahun 1922 ini dikenal sebagai anggota generasi sastrawan angkatan 1945. Walaupun meninggal pada usia relatif muda di tahun 1949, Chairil anwar telah membuat lebih dari 90 karya sastra dan 70 diantaranya dalam bentuk puisi.

Karya puisi chairil anwar sebagai seorang penyair memang tergolong unik dan banyak menjadi inspirasi penyair dan sastrawan masa kini. Contonya saja pada puisi chairil anwar yang berjudul “AKU”, yang merupakan karya beliau yang paling terkenal, dimana karena puisi ini ia pun dijuluki ” Si Binatang Jalang”.

Cakupan topik puisi chairil anwar juga cukup luas dimana dari karya-karyanya ia banyak membuat puisi untuk berbagai masalah dan objek seperti puisi tentang cinta, puisi untuk sahabat, puisi untuk ibu, puisi sindiran kepada penjajah, puisi kritik kepada pemerintah, dan sebagainya.

Nah, berikut ini kamu bisa melihat kumpulan puisi terbaik karangan Chairil Anwar yang dikumpulkan khusus untuk pembaca yang mencari syair berkualitas, apakah sebagai bahan bacaan saja ataukah sebagai sumber inspirasi dalam membuat karya puisi sendiri.

Silahkan disimak!

puisi chairil anwar

Kumpulan Puisi Chairil Anwar Terbaik


Derai-derai Cemara
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh […]

Karawang Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami […]

Doa
Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu […]

Cintaku jauh di pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar […]

Diponegoro
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api […]

Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau […]

Ibu
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah […]

Prajurit Jaga Malam
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam […]

Ajakan
Ida
Menembus sudah caya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut […]

Kepada Kawan
Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa […]

Kawanku dan Aku
Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan […]

Isa
kepada nasrani sejati
Itu Tubuh
mengucur darah […]

Aku Berada Kembali
Aku berada kembali. Banyak yang asing:
air mengalir tukar warna, kapal-kapal, elang-elang
Serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain […]

Senja di Pelabuhan Kecil
Buat Sri Ayati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita […]

Buat Gadis Rasid
Antara
daun-daun hijau
padang lapang dan terang […]

Buat Nyonya N.
Sudah terlampau puncak pada tahun yang lalu,
dan kini dia turun ke rendahan datar.
Tiba di puncak dan dia sungguh tidak tahu […]

Tak Sepadan
Aku kira: Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk-sumpahi Eros […]

Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar […]

Cerita
kepada Darmawidjaja
Di pasar baru mereka
Lalu mengada-menggaya […]

Sebuah Kamar
Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu […]

Hampa
Kepada Sri
Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai di puncak. Sepi memagut […]

Yang Terampas dan Yang Putus
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu […]

Taman
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya […]

Rumahku
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman […]

Sajak Putih
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati […]

Kabar Dari Laut
Aku memang benar tolol ketika itu,
mau pula membikin hubungan dengan kau;
lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu […]

Kenangan
untuk Karinah Moordjono
Kadang
Di antara jeriji itu-itu saja […]

Kesabaran
Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing nggonggong
Dunia jauh mengabur […]

Kupu Malam dan Biniku
Sambil berselisih lalu
mengebu debu.
Kupercepat langkah […]

Merdeka
Aku mau bebas dari segala
Merdeka
Juga dari Ida […]

Selama Bulan Menyinari Dadanya
Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam
ranjang padang putih tiada batas
sepilah panggil-panggilan […]

Selamat Tinggal
Perempuan…
Aku berkaca
Ini muka penuh luka […]

Sendiri
Hidupnya tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia memekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnyaIa membenci […]

Sorga
buat Basuki Resobowo
Seperti ibu + nenekku juga
tambah ketujuh turunan yang lalu […]

Sudah Dulu Lagi
Sudah dulu lagi terjadi begini
Jari tidak bakal teranjak dari petikan bedil
Jangan tanya mengapa jari cari tempat di sini […]


Demikianlah puisi chairil anwar yang bisa dibagikan pada postingan kali ini. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca dan mengapresiasi kompilasi puisi chairil anwar yang dibagikan pada halaman ini. Penulis mengharapkan agar puisi-puisi yang dibagikan disini bisa menjadi bacaan yang menarik serta sumber inspirasi dalam membuat puisi karya sendiri. Nah, Jangan Lupa untuk datang kembali berkunjung dan melihat puisi dan syair menarik lainnya yang akan dibagikan pada waktu yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.