puisi chairil anwar
puisi

35 Puisi Chairil Anwar Terkenal, Terbaik Dan Menginspirasi

Selama Bulan Menyinari Dadanya

Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam
ranjang padang putih tiada batas
sepilah panggil-panggilan
antara aku dan mereka yang bertolak
Aku bukan lagi si cilik tidak tahu jalan
di hadapan berpuluh lorong dan gang
menimbang:
ini tempat terikat pada Ida dan ini ruangan “pas
bebas”
Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam
ranjang padang putih tiada batas
sepilah panggil-panggilan
antara aku dan mereka yang bertolak
Juga ibuku yang berjanji
tidak meninggalkan sekoci.
Lihat cinta juga luntur:
Dan aku yang pilih
tinjauan mengabur, daun-daun sekitar gugur
rumah bersembunyi dalam cemara rindang tinggi
pada jendela kaca tiada bayang datang mengambang
Gundu, gasing, kuda-kuadaan, kapal-kapalan di
zaman kanak,
Lihatlah cinta jingga luntur:
Kalau datang nanti topan ajaib
menggulingkan gundu, memutarkan gasing
memacu kuda-kudaan, menghempas kapal-kapalan
aku sudah lebih dulu kaku.

1948


Baca puisi chairil anwar Lainnya:

Derai-derai Cemara
Karawang Bekasi
Doa
Cintaku jauh di pulau
Diponegoro
Aku
Ibu
Prajurit Jaga Malam
Ajakan
Kepada Kawan
Kawanku dan Aku
Isa
Aku Berada Kembali
Senja di Pelabuhan Kecil
Buat Gadis Rasid
Buat Nyonya N.
Tak Sepadan
Cintaku Jauh di Pulau
Cerita
Sebuah Kamar
Hampa
Yang Terampas dan Yang Putus
Taman
Rumahku
Sajak Putih
Kabar Dari Laut
Kenangan
Kesabaran
Kupu Malam dan Biniku
Merdeka
Selamat Tinggal
Sendiri
Sorga
Sudah Dulu Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.