puisi kehidupan
puisi

48 Puisi Kehidupan, Puisi Harapan Yang Inspiratif

ezoque.com – Puisi Kehidupan, puisi harapan yang inspiratif. Berikut ini adalah kompilasi puisi-puisi dan syair tentang kehidupan, harapan, kebahagiaan, persahabatan, kesusahan, cinta, kecewa, penghianatan dan berbagai dinamika hidup yang muncul sebagai ekspresi dari pengarangnya terhadap warna-warni kehidupan yang tentunya memiliki arti yang dalam.

Puisi harapan dan puisi kehidupan berikut ini tentunya memberikan kesadaran bagi kita untuk selalu berdoa kepada Tuhan dan memanjatkan syukur kepadaNya ditengah seberat apapun masalah kehidupan yang sedang kita hadapi.

Silahkan disimak!

Kumpulan Puisi Kehidupan


Mengabaikan Sungai Dari Puncak Bukit

Oleh : Janter Sembiring

Jadi begini , Nona, aku sudah katakan padamu
Bahwa berlama lama ditempat ini adalah sesuatu
Yang tidak lagi masuk akal setelah kau tahu bahwa
Aku memeng benar benar mencintaimu

Tak ada lagi yang perlu dikenang dengan penuh
Haru biru sebab bahkan langit pun bossan menerima
Cahaya yang sama Berulang kali dengan tubuh mudanya

Tapi karena tidak percaya, hari ini kita
Kembali ada ditempat ini berbicara tentang
Segala hal yang sudah kita bicarakan sejenak
Hari pertama tanpa pernah pada apa yang
Ditemukan dua pasang mata kita yang terarah pada
Gerak sungai Di arah timur tanpa pernah peduli

Dengan sorot yang mulai redup tanpa pernah
Peduli pada lambai tangan sungai yang kian
Melambat tanpa pernah peduli padas uasana
Hati sungai yang mengubah mimic wajahnya


Hutan Cemara

Oleh : Janter Sembiring

Aku butuh lima lembar langit, katamu
Aku menyodorkan sebagai bekal
Terakhir kita ,setelah sebuah siang
Matahari kian meninggi dengan kita
Sebenarnya sama-sama ragu, dimana
lelaki sandarkan punggungnya

Yang ada disekelilingnya hanya sis sia
Dongeng yang memeng using
Kita susuri tanjakan, menebas dahaga
Yang tiba-tiba menghadang setelah keluar
Dari dalam lubang hitam yang tidak kita tahu

Kataku, kita tidak sedang mencari kemuliaan
Dengan berlagak menjadi nabi yang mengalami
Transfigurasi serta menjadi gembala yang
mencintai domba-dombanya dengan segenap
Tubuh dan jiwa sambil merelakan maut
Menertawakan dirinya


Ajal

Oleh : Dedi Wahyudi

Terjerat dalam dosa dunia.
yang tak pernah tahu akan seperti apa.
terhanyut dalam kehidupan nyata.
entah apa yang harus ditanggung nantinya.

saat sakit tubuh yang tak terkira.
ketika perlahan-lahan malaikat mencabut nyawa.
tak ada yang bisa bersembunyi darinya.
detik-detik kematianpun datang menghampirinya.

ajalpun telah tiba.
terjerat dari dosa-dosa.
ajalpun memanggilnya.
mengambil nyawa dalam raga.

yang tinggal hanyalah raga.
kain putih berselimutkan ditubuhnya.
batu nisan bertuliskan nama.
bertabur bunga bunga diatasnya.

jiwa-jiwa hanya bisa berduka.
dan menangis atas kepergiannya.
berharap kembali namun tak akan bisa.
illahi t’lah memanggil untuk menghadapNya.


Ayah

Oleh : Dedi Wahyudi

bahagiaku karenamu.
tanpamu hilanglah manjaku.
aku ingin selalu dekat denganmu.
tapi kebahagiaanku tak sempurna seperti dulu.
ketika kau masih ada dalam keseharianku.
ketika kau masih disekeliling pandanganku.

kau adalah orang penyemangat dalam hidupku.
kau adalah orang yang selalu membanggakanku.
kau adalah sebuah cermin yang mampu menerangiku.

namun semuanya itu sudah berlalu.

mengapa kau tinggalkan aku lebih dulu.
disaat kau belum melihat kebahagiaanku.

mengapa ku jatuhkan air mataku ??

karena engkau tak bisa melihatku dengan kebahagiaanmu.

ku teteskan air mataku
untukmu..


Oh Cantik

Oleh : Fajar Darmawan

Lama ku tak bisa
Mencari cinta disaat ku gelisah
Ku ingin menyapa.

Tak mampu bicara
Tentang cinta disaat ku mencoba
Ku yakin tak bisa.

Oh cantik kau hanya jadi impian
Kau bukan untuk di sentuh
Hanya untuk dikupaian.

Terpaku terpanah melihat senyumnya
Ku malu tuk bertanya
Ku yakin tak bisa.
Wajah mempesona
Beri senyuman tanda tanya
Oh sungguh luar biasa.

Malam ini aku kesepian
Malam ini aku sendirian
Hati ingin untuk berteman
Apakah cinta itu buta
Apakah memang cinta di rekayasa
Karena aku hanya seorang pemula.


Teman

Oleh : Fajar Darmawan

Dimanakah arti persahabatan
Dimanakah kepercayaan
Yang slalu kau katakan.

Ku tak menyangka
Tak dikira tak diduga
Jadi begini akhirnya.

Mungkin lagu ini untukmu
Mungkin lagu ini untuk temanku
Teman baikku yang tidak sepertimu.

Teman maafkan aku
Ku pergi meningglkanmu
Bukan maksudku begitu.

Sekian malam berlalu
Hanya sendiri dalam benalu
Dirimu hanya masa lalu.

Aku ingin berdua denganmu
Sekedar teman untukku
Bukan untuk sahabatku.
Sudah lama kita bersama
Hanya untuk sementara
Bukan untuk selamanya.


Hidup

Oleh : Perica Adis

Terkadang sesuatu tercipta memang harus hilang kembali Karena jika tuhan menghadirkan berarti dia juga akan menghilangkan

Belajar mengikhlaskan sesuatu memang sulit
Apalagi sesuatu itu harta yang paling penting dan juga berharga Tapi jika raga yang masih ada sama seperti mati
Maka yang mati akan terasa melayang tanpa adanya tenang

Kamu manusia yang kuat
Kamu selalu tau mana jalan yang baik dan arahan dewasa yang selalu kamu tanam dilubuk jiwa
Saat ini ketika kamu harus kehilangan
Kamu juga harus mengetahui bahwa hidup tetap berjalan
Kirimkan doa sebanyak yang kamu bisa maka akan ada pencerahan

Life must go on ..
Dia sudah sampai surga ..


Mengapa?

Oleh : Sulaeman

Berdiriku dalam letih
Terlatih menahan perih
Terpaku pada jiwa yang terpilih
Bila cinta itu putih
Mengapa ada yang bersedih ?

Rasa yang memudar sudah
Terbelah jiwa luka berdarah
Sendiri ku menahan resah
Bila cinta itu indah
Mengapa ada yang resah?

Pedihku menggenggam janji
Buat sumpah hidup semati
Pecah hati jiwa terbagi
Bila cinnta itu suci
Mengapa ada yang tersakiti ?


Hidup dan perjuanganku

Oleh : Eka Wahyuningsih

Berjalan tak tentu arah seperti debu yang terhempas kesana kemari
Ikuti laju angin yang datang menghampiri
Meski peluh keringat bercucuran
Aku tak pernah lelah untuk mencari uang demi sesuap nasi

Inilah aku anak yang menggelandang
Di tengah keramaian jalanan kota
Panas dan hujan menjadi teman setiaku
Dingin malam menjadi penyelimut badanku

Ku syukuri dan kunikmati segala yang ada
Meski tak seindah seperti yang mereka miliki
Hidup ini indah bagi mereka yang memiliki segalanya
Tapi tidak bagiku
Dan inilah segores tinta perjalanan hidupku


Buta , Tuli , Lumpuh , Bisu , Idiot

Oleh : Perica Adis

Menurutku kamu buta , kamu tuli , kamu lumpuh , kamu bisu , kamu idiot dan kamu seperti mati
Kamu buta karena kamu tidak pernah melihat mereka disina yang tidak mengenal kata letih menunggu bantuan mu dating

Kamu tuli karena kamu tidak pernah mendengar gelisah mereka yang bertutur kata atas nama kesusahan
Kamu lumpuh karena kamu selalu berjalan tapi bukan mereka yang kamu tuju
Kamu bisu karena kamu berbahasa selalu dengan orang yang salah

Kamu idiot karena kamu telah memutus syaraf-syaraf di otak mu untuk tidak berkoneksi dengan nurani mu sendiri
Dan kamu mati , kamu hidup tapi sebetulnya kamu seperti mati
Untuk apa kamu ada tapi kamu selalu menutup mata berlari jauh dari tangan tangan kotor penuh tanah menjijikan , untuk apa kamu berpijak dibumi namun kenyataannya kamu seperti melayang tanpa tau jalan .. Kamu masih bernyawa tapi se akan tidak melihat mereka ada di dunia
Biarkan saja dirimu mengejar yang kamu suka
Mengabaikan yang terluka
Dan aku tau karma itu pasti ada


Derita

Oleh : Sarah Andriani Saputri

Tak tahu sampai kapan
Jalan yang ku tempuh ini sampai di ujung

Lelah.. Aku merasa lelah
Dengan jalan yang aku tapaki
Mungkin memang harus ku kemudikan dengan baik
Agar sampai di tujuan sesuai keinginan

Tapi, bisa kah diri ku?
Bisakah kemudi itu berkolaborasi dengan pikiran ku ini?
Ataukah kemudi itu yang bisa membawa ku ke jalan yang benar?

Tuhan..
Ada kah seseorang yang Kau siapkan untuk ku
Untuk bersama menopang beban yang ku pikul ini
Agar mau ku bagi kesedihan ku
Mau ku bagi derita ku

Tak tahu apa lagi yang bisa ku lakukan
Aku
Wanita yang penuh dosa
Yang berharap Kau mau menunjukkan
Kuasa-Mu itu untuk ku


Inginku

Oleh : Sarah Andriani Saputri

Masihkan bisa
Tanganmu memegang tanganku
Akankah engkau tetap memelukku
Dengan seluruh nafas dan tenagamu
Engkau yang beranjak tua
Dan aku masih tetap seperti ini
Masih anak gadis yang butuh Engkau
Ibuku….
Yang sangat aku cinti
Dari aku masih didalam perutmu
Sampai dewasa kini

Ibu….
Anak gadismu, ya aku
Aku membutuhkan ridho dan doa mu selalu
Agar aku selalu selamat dan selalu dijalan yang benar
Ya Tuhan…
Aku memohon padaMu
Dengan segala kelemahanku
Aku ingin Engkau selalu menjaga Ibuku
Dan izinkan aku berada selamanya
Dekat Ibuku…
Aku mencintaimu
Ibu……


Hadiah Yang Tak Sempurna

Oleh : Eka Wahyuningsih

Kado titipan-Mu sungguh anugerah
Terkumpul dari segumpal darah,
Lalu Kau tata selayaknya kami yang sudah di dunia
Kau hadiahkan satu nyawa dari ribuan koleksi-Mu yang ada
Aku suka. Yah, begitu pula yang melahirkan dan membawanya melihat hidup nyata
Tidak pernah ada yang sempurna
Selain Engkau Sang Arsiteknya
Terkadang secuil dari kami
Untuk memeliharanya saja enggan
Bukan tamu yang diinginkan
Bukan bagian hidup yang harus diperhatikan
Kejam sekali,
Tanpa kesempatan, mereka diasingkan
Terbuang jauh dari kumpulan kehidupan
Ini keluar dari skenario Tuhan

Percayalah, berbagi dengan yang tak sempurna,
Menjadikan mereka keluarga,
Menerimanya tanpa harus tercela
Begitulah seharusnya menikmati karunia-Nya
Memang, terkadang tingkah mereka itu tamparan bagi sekitarnya
Selalu terkucil karena tak sejalan
Membuat tertunduk selalu karena malu
Karena Tuhan Maha Tahu,
Beruntunglah yang menerimanya dengan terbuka
Kalau saja semua terbagi sama
Kalau saja tidak ada yang perlu saling menutup dan melengkapi
Bukankah itu membosankan ?
Tidak ada jeda untuk memikirkan tanda
Waktu terlalu mengalir sampai ujungnya
Mungkin semua ini akan berlalu begitu saja
Sudahlah, boneka-boneka bernyawa ini bukan badut
Akuilah Tuhan menyuruhnya ada
Tuhan telah mengaturnya
Anggap saja mereka ornamen suci buatan-Nya
Sampai pada akhirnya,
Tidak ada tangan yang ingin mencabut hidupnya mendahului Penciptanya


Halaman Berikutnya »

Halaman | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |