puisi kehidupan
puisi

48 Puisi Kehidupan, Puisi Harapan Yang Inspiratif

Keras Kerasku

Oleh : Tuti Nurjanah

Ketika hari mulai gelap
Rasa syukurku menyelimuti hati
Kiniku harus berjuang lagi demi meraih cita-cita
Entah seperti apa tubuhku ini
Rasa lelah ku enyap
Rasa lapar ku tahan
Tuhan haruskah aku berjuang sendiri
Tak perlu mengeluh
Hanya doa dan ibadah yang selalu memberikan ketenangan


Rumah Kardus

Oleh : Tuti Nurjanah

Saat malam mulai larut
Hanya kardus yang menjadi kasurku
Hanya kain robek yang menjadi selimutku
Hanya gerobak yang menjadi rumahku
Tuhan jika ini adalah takdirku
Kemana lagi ku harus mengadu
Gerobak yang selalu menjadi rumahku
Hujan menjadi berkah untuk ku
Panas menjadi semnagat untukku
Botol dan kardus menjadi teman mainku


Jarum Jam

Oleh : Ranita Ningrum

Jarum jam masih berdenting
Aku terdiam tak sanggup bergeming
Berdiri ataukah kembali terbaring
Bagaikan kayu yang sudah kering

Jarum jam masih berdenting
Aku masih terdiam berbaring
Meratapi nasib yang demikian menggiring
Menggiringku ke pusatnya, hingga kepala ini pusing

Jarum jam masih berdenting
Aku memberanikan diri untuk berontak
Aku tak mau lagi terdiam berbaring
Karena aku makhluk yang berotak


Sesederhana itu

Oleh : Ranita Ningrum

Aku adalah aku…
Bukan mereka, bukan siapapun
Aku adalah aku…
Yang setiap detiknya berusaha menjadi seseorang
Seseorang yang lebih baik tentunya

Aku adalah aku…
Bukan mereka, bukan siapapun
Saat ada yang meremehkan acuhkan, alihkan
Saat ada yang menghentikan, majulah, kendalikan

Aku adalah aku….
Sesederhana itu


Halaman Berikutnya »

Halaman | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |