puisi kehidupan
puisi

48 Puisi Kehidupan, Puisi Harapan Yang Inspiratif

Menunggu Keajaiban

Oleh : Uslifatul Aini

Mentari sudah hilang
Gelap sudah menjelang
Akankah keajaiban itu datang
Ataukah hanya khayalan yang terbuang
Sayap malam menutup perlahan
Panas siang sudah terlupakan
Percikan air adalah terpaan
Langkah kaki ini adalah harapan

Kini ku sudah lelah berjalan
Berjalan menelusuri liku-liku kehidupan
Apakah ku masih bisa bertahan
Aku hanya bisa terbujur dinegeri khayalan
Berharap akan datangnya keajaiban


Kehidupan Sastra

Oleh : Uslifatul Aini

Pohon ini berembun
Kadang hijau kering daun berayun
Tak lelah kian menyusun
Inilah potret yang kian sayuh
Indahmu berbasis dunia
Duniamu menjelajah semua mata
Mata itu berayun makin berkembang
Berkelana dalam mimpi belalang
Susunan gugus menyebar nan bintang
Membentuk cinta penebar kedamaian
Inikah kau pendamba kritik
Inikah kau wahai dunia surgawi
Melihat dan mendengar adalah cara kami
Bermimpi adalah inspirasi kami
Bermelodi dengan angan dan angin
Melambai kata bubuh bumbu indah


Tak Seperti yang Aku Pikirkan

Oleh : Dame Uli Pasaribu

Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin memberi ku rasa
Hanya terasa lelah di dalam jiwa

Ku coba melangkah kesana
Tak juga ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kaki ku
Tapi ku masih tak memukan sesuatu itu

Saat aku berhenti untuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Agar aku diberi sebuah peluang
Untuk bisa hidup nyaman

Oh Tuhan…
Perjuangan ini sungguh melelahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini belum menemukan jalan yang pasti

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

Hidupku…
Kenapa kau seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan
Sungguh aku sangat lelah

Tuhann..
Berilah aku keyakinan
Berilah aku kekuatan
Agar aku bisa menjadi seseorang
Yang bisa berguna dalam dunia ini..


Pesan Untuk Pemimpin Jakarta

Oleh : Galih Nur Akbar Pratama

Wahai bapak pimpinan Ibu Kota
Seorang pemimpin yang dipilih rakyat
Dengarlah rangkaian isyarat hati
Dari kami yang memilihmu duduk disini

Menatap dari jauh dari kota kecil ini
Diluar rayu para penghisap debu
Dibalik terangnya langit
Masih banyak rakyat-rakyatmu yang menjerit

Rintihan para tunas bangsa
Yang hidup mencari makan di jalanan
Atau keadaan transportasi
Yang semakin hari tidak terkendali

Rintihan para penduduk disana
Tiada ada lagi tempat bernaung disaat banjir melanda
Cobaan terus mengalir sekali dalam setahun
Perubahan apa lagi yang mesti dilakukan

Semua janji yang engkau ucapkan diawal
Tapi tidak pernah ada yang terwujud
Pemimpin mana lagi yang harus singgah
Semua hanya bisa bisa berjanji

Yang kami ingin
Sebuah perubahan yang nyata
Janji yang ditepati

Untuk Jakarta yang lebih baik


Halaman Berikutnya »

Halaman | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |